alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tidur Nyenyak dan Anti Stres dengan 'Terapi' Wisata Kapal Pesiar

Tedy Ahmad
Tidur Nyenyak dan Anti Stres dengan Terapi Wisata Kapal Pesiar
Stres kerap berpengaruh pada tidur. Masalah lainnya, saat berlibur, masih banyak yang tidak bisa tidur nyenyak karena masih membawa beban pikiran. Foto/Ist

JAKARTA - Perusahaan kapal pesiar Princess Cruises bekerja sama dengan badan riset Wakefield Research, merilis riset tahunan kedua Relaxation Survey untuk Indonesia.

Hasilnya, orang Indonesia sangat mengalami tekanan stres, dimana 82% pengikut riset mengemukakan bahwa mereka kesulitan tidur karena selalu ada kemungkinan untuk membawa beban pikiran berlebihan ketika liburan.

Dokter spesialis tidur terkemuka dunia, Dr Michael Breus mengatakan bahwa riset ini menggarisbawahi pentingnya membiasakan diri untuk tidur nyenyak setiap malam, terlebih lagi ketika liburan.



“Tidur adalah kegiatan sensori penting bagi keseluruhan panca indera. Tidur memampukan tubuh pulih dari ketegangan mental dan fisik. Kurangnya pengelolaan stres menjadi penyebab utama sulit tidur,” kata Dr. Breus.

Hasil menarik lainnya dari riset ini menyebut bahwa orang-orang sering menggunakan rutinitas yang memberi isyarat kepada tubuh mereka bahwa sudah waktu untuk tidur. Banyak yang memilih camilan atau minuman.

Survei menemukan bahwa makanan sebelum tidur yang paling umum untuk orang Indonesia adalah produk dairy, seperti susu (43 persen), diikuti oleh sesuatu yang manis seperti kue kering atau kue basah (27 persen) dan minuman panas tanpa kafein (24 persen).

Anehnya, sekitar 16 persen orang Indonesia akan tetap minum minuman berkafein panas seperti kopi atau teh sebelum tidur dan ini dapat menyebabkan tidur gelisah atau kurang tidur.

Meluangkan waktu istirahat adalah salah satu cara bagi orang dewasa untuk bersantai dan menghilangkan stres.

Namun, sepertiga orang Indonesia usia bekerja (33 persen) tidak menggunakan semua jatah cuti mereka tahun lalu.

Orang Indonesia yang menikah atau dalam suatu hubungan lebih cenderung menggunakan semua jatah cuti mereka, kemungkinan karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan orang yang mereka cintai.

Tahun lalu, Dr Breus mengunjungi Kota Jakarta untuk meluncurkan Princess Luxury Bed yang beliau kembangkan bersama dengan Princess Cruises.

Lebih dari 45.000 ranjang mewah ini sekarang ada di lebih dari 22.000 kamar kabin di 17 kapal pesiar mewah Princess Cruises.

Selain itu, bagi mereka yang tinggal di kamar suite, para tamu disediakan perlengkapan tidur bernama Sleep Kit yang terdiri dari barang-barang yang mendukung kondisi tidur pulas, seperti kabut linen, produk mandi beraroma teduh, peneduh mata, serta buklet saran tidur lelap.

“Para tamu Indonesia dapat merasakan pengalaman tidur pulas di ranjang mewah Princess Luxury Bed di atas kapal pesiar mewah Princess Sapphire yang akan berbasis di Singapura mulai dari Desember 2019 hingga Maret 2020, atau dimanapun di dunia dengan kapal pesiar Princess baik di Jepang, Australia, Eropa, Kepulauan Karibia, Amerika Serikat dan/atau Kanada. Pengalaman tidur lelap di ranjang mewah kami semakin akan mendorong pengalaman tidur malam nyenyak sehingga Anda sebagai turis menjadi semakin segar untuk kegiatan hari berikutnya," ungkap Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises.



(boy)