alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jelang Akhir Tahun, Penerimaan Bea Cukai Capai 79,24%

Anto Kurniawan
Jelang Akhir Tahun, Penerimaan Bea Cukai Capai 79,24%
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi. Foto/SINDOnews

LABUAN BAJO - Penerimaan Bea Cukai menjelang akhir tahun mencapai 79,24% dari target APBN 2019.

Seperti dirinci Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), total penerimaan cukai hingga tanggal 12 November 2019 capai Rp165,45 triliun dengan pertumbuhan sebesar 9,13% secara tahunan serta 79,24% dari target tahun ini Rp208,82 triliun.

Dalam pelatihan wartawan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi memaparkan realisasi penerimaan melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu dimana pertumbuhannya mencapai 15,68%.



"Realisasi penerimaan bea masuk tercatat Rp31,41 triliun atau sekitar 80,76% dari target 2019. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama 93,47%," jelasnya, Kamis (14/11/2019).

Pertumbuhan bea masuk secara yoy sebesar -5,85% yakni Rp1.953,35 miliar atau lebih rendah dari pertumbuhan yoy tahun 2018 yakni sebesar 15,22%.

Sementara realisasi cukai Rp131,06 triliun atau 79,19% dari target 2019. Angka ini lebih tinggi dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu 72,30%.

Adapun bea keluar tercatat mencapai Rp2,99 triliun atau 67,62%. Secara persentase lebih kecil dibanding periode sama tahun lalu 196,67%.

Sementara itu secara rincian, penerimaan Cukai tersebut terdiri dari Cukai Hasil Tembakau (CHT) mencapai Rp125,02 triliun atau tumbuh 78,80% dari total target APBN 2019, dimana capaian ini lebih tinggi dibanding 2018 periode yang sama yaitu sebesar 72,24%.

Sedangkan pertumbuhannya secara yoy sebesar 16,75% yang setara Rp17.938,72 miliar dimana lebih tinggi dari pertumbuhan yoy tahun 2018 sebesar 12,00%.

Selanjutnya penerimaan Etil Alkohol sebesar Rp106,53 miliar atau 67,33% dari total target APBN 2019 atau capaian itu lebih rendah dari periode sama tahun lalu yaitu 71,52%.

Dilihat dari pertumbuhannya untuk EA secara yoy sebesar -12,38% lebih rendah dari pertumbuhan yoy tahun 2018 sebesar -4,03%.

Kemudian MMEA sebesar Rp5.858,61 miliar atau 97,85% dari total target APBN 2019, capaian ini lebih tinggi dibanding capaian 2018 periode yang sama yaitu sebesar 78,45%.

Akan tetapi dari segi pertumbuhan secara yoy sebesar 14,90% (759,55 M), lebih rendah dari pertumbuhan yoy tahun 2018 sebesar 16,02%.

Ditambah denda Administrasi Cukai sebesar Rp59,02 miliar dan Cukai lainnya sebesar Rp14,72 miliar.



(boy)

loading...