alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PT Pusri Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman

Dede Febriansyah
PT Pusri Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman
Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam mendukung Kedaulatan Pangan Nasional, PT Pusri Palembang berkomitmen menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyalurannya. Foto SINDOnews/Dede F

PALEMBANG - Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dalam mendukung Kedaulatan Pangan Nasional, PT Pusri Palembang berkomitmen menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyalurannya.

Manager Humas PT Pusri Palembang, Hernawan L Sjamsuddin mengatakan, tahun 2019, Pusri mendapat alokasi kebutuhan sesuai Peraturan Menteri Pertanian untuk pupuk Urea Bersubsidi sebesar 1.146.670 juta ton/tahun dan pupuk NPK Bersubsidi sebesar 72.205 ton/tahun.

Sampai dengan tanggal 27 November 2019, realisasi penyaluran untuk pupuk Urea Bersubsidi sebanyak 1.017.329 ton (89 persen) dan NPK Bersubsidi sebanyak 70.098 ten (97 persen).



"Pusri bertanggung jawab untuk penyaluran pupuk Urea Bersubsidi di Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu. Lampung, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Kalimantan Barat. Sedangkan untuk pupuk NPK Bersubsidi, Pusri bertanggung jawab di wilayah Sumsel sebanyak 11 kabupaten dan kota serta Jambi di 4 kabupaten dan kota," ujar Hernawan kepada SINDOnews, Jumat (29/11/2019).

Dalam menghadapi musim tanam l bulan Oktober 2019 Maret 2020, kata Hernawan, pada awal Bulan November pihaknya telah menyiapkan stok pupuk di Lini III Kabupaten wilayah tanggung jawab untuk pupuk urea bersubsidi sebanyak 166.766 ton dan pupuk NPK bersubsidi sebanyak 6.795 ton.

"Jumlah ini tiga kali lipat lebih banyak untuk urea bersubsidi dan 2  kali lipat lebih banyak untuk NPK bersubsidi dari ketentuan yang dipersyaratkan oleh pemerintah yaknki urea sebanyak 55.333 ton dan NPK sebanyak 3.557 ton," jelasnya.

Hernawan juga mengatakan, dalam menjalankan kegiatan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, Pusri berpegang teguh pada prinsip 6 Tepat, yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu dan tepat mutu.

"Prinsip ini berlaku di semua tingkatan jalur distribusi sampai ke tingkat petani yaitu dari Lini I gudang pabrik pusri, Lini ll gudang produsen di pelabuhan atau |bukota propinsi, Lini Ill gudang produsen dan distributor di kabupaten/kota, hingga ke Lini IV yakni kios pengecer sampai penyaluran ke petani dan atau kelompok tani," ungkapnya.

Disamping itu, lanjutnya, Pusri juga melakukan pengawasan pendistribusian dan penyaluran bersama Instansi terkait yaitu Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) baik di tingkat pusat, provinsi maupun Kabupaten/kota.

"Ini untuk memastikan bahwa kegiatan pendistribusian dan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan aturan yang berlaku," tandasnya.



(sms)

loading...