alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemprov Sumsel Upayakan Pemulangan Warga Sumsel Sakit di Korea

Berli Zulkanedy
Pemprov Sumsel Upayakan Pemulangan Warga Sumsel Sakit di Korea
Pemprov Sumsel Upayakan Pemulangan Warga Sumsel Sakit di Korea. Foto/SINDOnews/Dok

PALEMBANG - Pemprov Sumsel berupaya memulangkan seorang TKI asal Sumsel berinisial JA yang menderita sakit TBC akut dan meningitis di Korea Selatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel Koimudin mengatakan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Sumsel, BNP2TKI Pusat, serta pihak terkait lainnya sebagai upaya pemulangan terhadap JA.

"Sesuai arahan pak Gubernur, kita sudah berkoordinasi dengan BNP2TKI untuk pemulangannya. Saat ini masih dalam proses," ujarnya mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru, Kamis (27/2).



Menurutnya, BNP2TKI pusat masih melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Korea Selatan terkait kapan pemulangan akan dilakukan.

"Karena ini antarnegara, tentu harus dikoordinasikan dengan kedutaaan besar Indonesia di negara tempat PMI itu berada. Ini kita pantau terus agar proses pemulangan PMI itu berjalan cepat," katanya.

Selain itu, Disnakertras Provinsi Sumsel juga telah mendatangi kediaman keluarga JA untuk berkoordinasi. "Kita juga sebelumnya berkoordinasi dan meminta informasi dari keluarga yang bersangkutan," tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Disnaker Provinsi Sumsel, lanjut Koimudin, kondisi kesehatan JA sudah sedikit membaik.

"Sebelumnya memang sempat dirawat di ICU, namun dari informasi saat ini yang bersangkutan telah dipindahkan ke ruang perawatan," terangnya.

Dia juga menjelaskan, jika saat ini Pemprov Sumsel telah membantu kepengurusan BPJS kesehatan untuk JA yang tercatat sebagai warga Kalidoni tersebut, mengingat sebelumnya belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

"BPJS kesehatan sudah didaftarkan dan disiapkan. Termasuk untuk istri dan anaknya yang kebetulan belum terdaftar di BPJS Kesehatan," jelasnya.

Diketahui, JA bekerja di Korea sejak Desember 2018. Namun pada bulan Januari 2020, JA mulai sakit-sakitan.

Hanya saja, saat itu JA tak menghiraukan sakitnya tersebut hingga pada Februari 2020, JA dilarikan kerumah sakit karena hilang kesadaran. Hasil diagnosa rumah sakit, ternyata JA menderita TBC akut dan meningitis.



(boy)