alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Selain Cadangan Devisa, BI Punya Senjata Lain Stabilkan Rupiah

Rina Anggraeni
Selain Cadangan Devisa, BI Punya Senjata Lain Stabilkan Rupiah
BI Jaga Stabilitas Rupiah. Foto/Ilustrasi/Dok. SINDOnews

Jakarta - Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akibat meningkatnya serangan pandemi corona saat ini, Bank Indonesia menyatakan bahwa masyarakat tak perlu khawatir dengan itu. Pasalnya, cadangan devisa (cadev) yang dimiliki oleh BI cukup kuat menjaga stabilitas nilai mata uang garuda.

"Cadangan devisa masih lebih dari cukup, dengan adanya tekanan tentu ada penurunan. Jumlah cadangan devisa masih cukup untuk upaya kami menstabilisasi nilai tukar rupiah, termasuk triple intervention," ujar Perry Warjiyo, dalam teleconfrence, Kamis (26/3/2020).

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Meski,  cadev sempat menurun pada Februari 2020 dipengaruhi karena adanya pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah.



Selain karena cadev yang cukup, BI juga memiliki senjata lain untuk menjaga kurs rupiah kita. Salah satunya kerja sama pertukaran mata uang (bilateral swap) dengan ban sentral negara-negara lain. (Baca: Negara G-20 Patungan Rp 64 Triliun untuk Temukan Vaksin Corona)

"Kita memiliki secondline of defense seperti bilateral swap dengan sejumlah bank sentral negara lain untuk stabilitas nilai tukar rupiah," jelas Perry.

Mengutip data BI, pada akhir Februari 2020, jumlah cadangan devisa Indonesia tercatat US$130,4 miliar. Angka cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.



(ihs)